IBX582121403067A

Mengenal Perkembangan Bayi Usia 0-3 Bulan Pertama

mengenal-perkembangan-bayi-usia-0-3-bulan-pertama

mengenal-perkembangan-bayi-usia-0-3-bulan-pertama

Dalam perjalanan hidup manusia, memiliki anak adalah sebuah anugerah terindah. Orang tua pastinya ingin selalu memberikan yang terbaik untuk sang buah hati. Anak adalah nyawa hidup para orang tua. Bagi seorang Ibu yang baru saja melahirkan seorang bayi, saat-saat itulah yang selalu dinanti. Dimulai dengan melihat dan mendengar tangisnya pertama kali. Mengikuti setiap detik perkembangan bayi menjadi kesempatan tak terganti dan tak dapat diulang bagi semua Ibu di dunia.

Pertumbuhan seorang bayi berlangsung sangat cepat. Sejak berada di dalam rahim kemudian lahir di dunia, hal itu membutuhkan waktu kurang lebih 9-12 bulan. Sebuah waktu yang singkat untuk mengukur pesatnya seorang bayi tumbuh dan berkembang. Dalam setiap bentuk dan cara berkembangnya, memiliki daya tarik tersendiri. Tak heran jika hampir semua ibu yang sedang hamil maupun setelah melahirkan, sangat antusias untuk selalu ingin tahu tahap-tahap tumbuh kembang anak-anaknya.

Berikut tahapan perkembangan bayi  pada usia 0-3 bulan. Usia bayi 0 bulan, bayi hanya bisa menangis. Menangis adalah suatu respon alami yang dilakukan semua bayi sebagai bentuk adaptasi dengan lingkungannya yang baru. Secara fisik, wajah bayi masih berubah-ubah. Seperti ada keriput atau warna kulit yang terlihat pucat. Kemudian bagian mata dan juga bibir yang terlihat bengkak. Hal ini wajar pada kelahiran normal, karena bayi telah melalui proses kelahiran melalui jalur yang kecil. Bayi lebih cenderung suka menghisap, kemudian menggenggam tangan ibu dan juga mencari puting sang Ibu. Hal ini dikenal dengan istilah refleks Primitif, sebagai cara bayi untuk bertahan hidup. Itu sebabnya sejak bayi lahir, bayi segera didekatkan dengan puting sang Ibu agar bayi mendapat nutrisi perdananya.

Usia bayi 1 bulan, pada tahap ini bayi lebih suka menggenggam jari ibu. Bayi lebih sering menangis sebagai pertanda bahwa ia lapar. Bayi juga belum bisa membedakan pergantian waktu siang maupun malam. Sehingga bayi lebih banyak tidur di siang hari dan terbangun di malam hari. Pigmen mata bayi juga belum berkembang sempurna. Sehingga bayi masih sering berubah-ubah warna.

Usia bayi 2 bulan, pada tahap ini bayi mulai ingin memegang segala sesuatu disekitarnya. Itu dikarenakan daya penglihatan matanya sudah berkembang sehingga bisa melihat benda-benda lebih jauh. Menstimulasi bayi dengan memberi mainan-mainan yang di gantung dapat melatih gerak motorik bayi. Saat-saat ini juga bayi suka memasukkan tangannya ke dalam mulut, menghisap jempolnya, dan memainkan tangannya sendiri. Semua itu dilakukan bayi sebagai tahap untuk pengenalan terhadap apapun di dalam diri dan sekitarnya.

Usia bayi 3 bulan, pada tahap ini, bayi sudah bisa mengenal suara sang Ibu. Ingin memegang setiap benda yang ia lihat. Kepala bayi juga jauh lebih kuat, sehingga bayi sering sekali mengguling-gulingkan tubuhnya. Saat digendong, kepala bayi juga jauh lebih kuat. Bergumam dan mencoba menirukan sang Ibu saat berbicara. Bayi juga sudah bisa memekik sebagai respon senang, tertawa, dan gerak aktif bayi. Pada usia ini tinggi badan bayi bertambah 20% sejak bayi lahir.

Demikian ulasan sekilas perkembangan bayi 0-3 bulan. Semoga bermanfaat bagi para ibu. Khususnya ibu-ibu muda yang baru saja memiliki anak. Semoga ulasan ini dapat dijadikan panduan. Ibu juga harus memperhatikan perihal berat badan bayi. Idealnya usia 0-3 bulan berat bayi akan bertambah 500-1200 gram tiap bulannya. Namun ukuran ini tidaklah mutlak. Yang terpenting jagalah berat badan bayi agar bisa bertambah tiap bulan, sehingga pertumbuhannya pun akan normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *