IBX582121403067A

3 Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan Kinerja Oven dan Pemanggang Alternatif untuk Kue Anda

Perbincangan seputar cara membuat kue tanpa oven pernah menjadi topik hangat para ibu sosialita di jejaring sosial internet. Meski beberapa di antaranya punya, namun pengaruh daerah tempat tinggal mereka yang sering mengalami pemutusan listrik, bisa menjadi kendala terhambatnya keinginan mereka memasak kue menggunakan pemanggang oven.

Bukan hanya resep kue, mereka juga membicarakan peralatan masak yang bisa dijadikan alternatif pengganti oven. Baking pan/teflon, wajan penggorengan, dan panci kukus menjadi prioritas penggantinya. Bahkan untuk pizza tradisional, orang Italia menggunakan oven batu bata khusus untuk memanggang pizza. Nah, sebelum mambahas alat pengganti oven, ada baiknya Anda mengetahui tiga jenis peralatan dapur yang cukup penting dalam baking ini.

  • Oven Tangkring

Oven tangkring ini sanggup bekerja keras menghasilkan berbagai macam kue, seperto roti, cake, dan kue kering. Sayangnya, oven ini memiliki kekurangan, yaitu tidak adanya api di bagian atas. Fungsinya menyamai panci saat digunakan sebagai pemanggang.

  • Oven Listrik

Oven kedua ini memiliki api di atas dan bawahnya sehingga Anda bisa men-setting penggunaan salah satunya. Selain itu, Anda bisa mengontrol waktu dan suhu dengan praktis sesuai kebutuhan dengan memanfaatkan timer.

  • Oven Gas

Oven terakhir yaitu oven gas, yang apinya cepat panas dan merata. Oven ini biasanya dilengkapi termometer yang menunjukkan suhu panas oven. Sayangnya, oven ini memiliki kekurangan berupa suhu yang cepat sekali turun saat pintunya dibuka.

Setelah mengetahui jenis, kelebihan, dan kekurangan dari ketiga oven tersebut, Anda kini memiliki gambaran yang tepat dalam memilih alat pengganti oven untuk pembuatan kue-kue tertentu. Selain itu, tiga faktor yang mempengaruhi kinerja alat pengganti oven atau pemanggang alternatif berikut juga perlu Anda pertimbangkan.

  • Perbedaan Bentuk dan Ukuran

Oven umum dibuat dalam bentuk kotak dan ukuran yang besar. Namun tidak ada oven tangkring besarnya melebihi ukuran panci, bahkan oven listrik walaupun memiliki lebar dan panjang yang kecil tapi memiliki tinggi yang cukup besar. Jadi tinggi oven ini turut mempengaruhi jumlah panas yang dihasilkan utnuk membuat kue menjadi matang.

Secara sederhana, mekanisme kerja oven ini mengumpulkan panas di dalam dengan suhu yang kering dan proses matangnya kue dipengaruhi oleh adanya aliran panas tersebut di dalam oven. Oleh karena itu, jika Anda membuka pintu oven, proses pematangannya menjadi ebih lambat. Jadi, sebisa mungkin hindari membuka oven saat timer masih berjalan.

Sedangkan panci sendiri umumnya berukuran lebih kecil daripada oven. Oleh karena itu, pilih panci yang ukurannya menyamai oven atau minimal melebihi perkiraan besar dari kue (setelah matang dan mengembang) yang akan dibuat. Jadi ukuran panci harus beberapa kali lipat lebih besar dari kue (misal untuk bolu setebal 15 cm, panci harus setinggi 4-5 kali).

  • Perbedaan Volume

Udara panas yang dihasilkan oven jumlahnya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan panci atau wajan bervolume kecil. Hal ini berpengaruh dan membantu proses pematangan kue yang tebal seperti kue lapis, roti, dan bolu. Oleh karena itu, jika tidak memiliki oven, teflon/baking pan dapat digunakan.

Cara penggunaan baking pan tentu berbeda dengan oven. Spesifikasi baking pan membuatnya menggunakan panas langsung dari kompor untuk mematangkan bolu. Sedangkan kapasitas volume baking pan-nya sendiri terbatas dengan bentuk yang memiliki lubang di bagian tengahnya.

Hal ini memudahkan proses pematangan kue karena jika kue yang harus dipanggang lebih tinggi dari pemanggang, bagian atas lebih sulit dipanaskan dibandingkan bagian bawah dan sering berakibat adonan mentah di atas.

  • Kondisi Api

Alat pengganti oven umumnya lebih mudah terbakar dibandingkan dengan oven. Selain dikarenakan volume-nya yang kecil, bahan pembuatnya turut mempengaruhi. Solusi untuk kondisi ini yaitu dengan menambahkan tatakan besi sehingga loyang teflon, baking pan, atau panci tidak berhubungan langsung dengan api.

Pelajari besar api yang pas agar kue mudah matang dengan api kecil dan tidak gosong dengan api sedikit lebih besar. Untuk kue kering, penggunaan api harus sangat kecil, sedangkan untuk bolu atau roti, api kecil akan membuat bolu mentah, dan kalaupun matang, biasanya bantat disebabkan oleh panas yang kurang optimal (untuk bolu sekitar 1800C) serta gelembung udara pada bolu telah menghilang.

Sedangkan jika ingin memanggang kue dengan panci, gunakan panci berukuran besar, dan berpantat tebal. Tatakan besi tebal untuk melapisi panci seperti yang dibahas sebelumnya juga berfungsi sebagai alas penambah panas dan mempertahankan panas di dalam panci. Perhatikan pula temperaturnya, karena aluminium akan meleleh pada suhu sekitar 6600C, jadi hindari suhu tersebut saat menggunakan panci aluminium.

Perbedaan kinerja antara oven dengan alat penggantinya yang dipengaruhi 3 faktor di atas harus benar-benar diperhatikan agar tujuan utama memfungsikan baking pan/teflon, wajan penggorengan, dan panci sebagai oven, bisa lebih optimal dan menghasilkan kue yang tak kalah enak, menarik dan mudah dibuat seperti saat menggunakan oven. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *